A.
Media Transmisi menggunakan Kabel (Wired Network)
Hampir semua jaringan komputer yang ada saat ini
mengg unakan kabel sebagai media transmisi .Media
transmisi ini memiliki keterbatasan
jangkauan dan tidak efisien
karena banyak memakai tempat untuk
jaringan kabel. Jaringan kabel ini
biasanya digunakan dalam area lokal, misalnya
dalam satu gedung atau
antar gedung dalam
satu lembaga pendidikan.
Bila sumber data dan
penerima memiliki jarak yang
tidak terlalu jauh, kabel memang dapat digunakan sebagai
media transmisi. Kabel
yang sering digunakan sebagai
media transmisi antara lain sebagai berikut.
1.Twisted Pair
2. Coaxiax
3.Serat optic,dll
B.
Media Transmisi tanpa Kabel (WirelessNetwork)
Media transmisi tanpa kabel merupakan komunikasi
data dalam jaringan komputer yang tidak memanfaatkan
kabel sebagai media transmisi, melainkan berupa gelombang
elektromagnetik. Jaringan tanpa kabel
ini memberikan keunggulan
kepada pemakai untuk
dapat mengakses
setiap saat di manapun berada. Sedangkan kekurangan media transmisi ini adalah
kemampuan transfer data lebih kecil dibandingkan dengan jaringan kabel. Pada
media transmisi ini, masih sering
terjadi gangguan sehingga memungkinkan terjadinya kehilangan data. Jika sumber
data dan penerima data jaraknya cukup jauh atau medannya sulit, maka dapat
digunakan media transmisi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui
udara terbuka berupa:
1.
Gelombang Mikro
2.
Gelombang radio,dll
Gambar kabel UTP
Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) merupakan sepasang kabel yang di- twist/dililit satu
sama lain dengan
tujuan untuk mengurangi
interferensi listrik yang dapat terdiri dari dua, empat atau lebih
pasangan kabel (umumnya yang dipakai
dalam jaringan komputer terdiri dari
4 pasang kabel / 8kabel). UTP dapat mempunyai
transfer rate 10 Mbps sampai dengan100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang
pendek yaitu maximum 100m.
Terdapat 5 kategori kabel UTP :
1. Category
(CAT) 1
Digunakan
untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.
2. Category
(CAT) 2
Jenis
UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.
3. Category
(CAT) 3
Digunakan
untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 10 Mbps.
4. Category
(CAT) 4
Digunakan
untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 16 Mbps.
5. Category
(CAT) 5
Merupakan
jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia pada saat
ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan
100 Mbps.
UTP
(Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded twisted pair)
Ada dua
jenis kabel dengan kawat tembaga ini yaitu STP dan UTP, akan tetapi yang paling
popular adalah kabel lan UTP.
Gambar
diatas ini menunjukkan detail komponen dari kabel lan UTP dan STP.
Kabel lan
UTP adalah yang
paling popular yang
terdiri dari 4 pasang kabel yang saling melilit dengan
kode warna khusus yang standard dan diisolasi dengan plastic. Tingkatan dari
kabel UTP ini diindikasikan oleh banyak nya lilitan atau pumtiran per inchi,
tingkat rendahnya attenuasi, kurang nya tingkat interferensi dan gejala
crosstalk. Panjang maksimum per segmen dari kabel lan ini adalah 100 meter
saja, jika lebih panjang dari 100 meter
maka anda tidak bisa menjamin
tingginya tingkat attenuasi. Kecepatan yang bisa dicapai adalah
sampai 1 Gigabit yaitu dari jenis kabel lan UTP Cat5e, yang mana jumlah
puntiran atau lilitan dari pasangan kabel sedikit lebih banyak per inchi dan
ditambah lagi adanya jaket kabel nilon tunggal
sebagai insulasi. Jadi
sekali lagi grade
dari UTP kabel
ini ditentukan oleh banyaknya puntiran per inchi.
Standard UTP
1.
Kabel lan
UTP Cat 1, dipakai untuk jaringan telpon.
2.
Kabel lan
UTP Cat 2, kecepatan maksimum 4 Mbps, aslinya dimaksudkan untuk mendukung Token
Ring lewat UTP.
3.
Kabel lan
Cat 3, dengan kecepatan maksimum 10 Mbps. Kabel lan ini bisa dipakai untuk
jarigan telpon dan merupakan pilihan kabel lan UTP masa silam.
4.
Kabel lan UTP
Cat 4, kecepatan maksimum adalah 16 Mbps, umum dipakai jaringan versi cepat
Token Ring.
5.
Kabel lan
Cat 5, kecepatan maksimum 1 Gigabps, sangat popular untuk kabel lan desktop.
6.
Kabel lan
UTP Cat 5e, dengan kecepatan maksimum 1 Gigabps, tingkat emisi lebih rendah,
lebih mahal dari Cat 5 akan tetapi lebih bagus untuk jaringan Gigabit.
7.
Kabel lan
UTP Cat 6, kecepatan maksimum adalah 1 Gigabps+, dimaksudkan sebagai pengganti
Cat 5e dengan kemampuan mendukung kecepatan-2 multigigabit.
Identifikasi
UTP
Anda harus
terbiasa dengan baik untuk bisa mengidentifikasikan cabling ini dengan
memeriksa pin-2 nya. Sebenarnya ada dua macam standard yaitu:
1.
T568-A
adalah kabel lan UTP jenis straight through, kedua ujung penempatan kabel pada pin-2
konektor RJ-45 adalah sama.
2.
T568-B adalah
kabel lan UTP
jenis cross-over. Anda
bisa perhatikan dengan seksama pada kabel cross-over ini, pasangan pin 2
dan 6 dan pasangan pin 1 dan 3 bertukar tempat.
Gambar standard kabel UTPT568-A dan
T568-B
Meghubungkan
piranti
Aturan
main dari pemakaian kabel ini adalah sebagai berikut, jika untuk menghubungkan
dua jenis piranti yang berbeda, gunakan kabel lan UTP straight-through.
Sementara jika anda menghubungkan dua piranti yang sejenis, gunakanlah kabel
lan cross-over.
Penggunaan cross atau straight UTP cable ke piranti
jaringan Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) juga memiliki kelebihan serta
kekurangan antara lain
Kelebihan :
a. Murah
b. mudah diinstalasi
c. ukurannya kecil
Kekurangan :
a. rentan terhadap interferensi gelombang
elektromagnetik
b. jarak jangkauannya hanya 100m
2. Kabel
Shielded Twisted Pair (STP)
Gambar 2 kabel STP
Secara
fisik kabel shielded sama dengan unshielded tetapi perbedaannya sangat besar
dimulai dari kontruksi kabel shielded mempunyai selubung tembaga atau alumunium
foil yang khusus dirancang untuk
mengurangi gangguan elektrik.
Kekurangan kabel STP
lainnya adalah tidak samanya standar antar perusahaan yang memproduksi
dan lebih mahal dan
lebih tebal sehingga
lebih susah dalam
penanganan fisiknya
Kabel
ini terdiri dari 4 pasang kabel yang dipilin (twisted pair), instalasinya
mudah, harganya relatif murah dan cukup handal.Kelebihan dan kekurangan
dari kabel STP
(Shielded Twisted Pair)
antara lain :
Kelebihan :
a.
lebih tahan
terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun
dari luar
b.
memiliki
perlindungan dan antisipasi tekukan kabel
Kekurangan :
a.
mahal
b.
attenuasi
meningkat pada frekuensi tinggi
c.
pada
frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi
timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”
d.
susah pada
saat instalasi (terutama masalah grounding)
e.
jarak
jangkauannya hanya 100m
3. Kabel Coaxial
Gambar 3 kabel coaxial
Kabel coaxial
terdiri atas dua
kabel yang diselubungi
oleh dua tingkat isolasi.Tingkat
isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga.Tingkat
pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang
melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan
untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi
dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.
Beberapa jenis kabel coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar
kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak
begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
Ada 4 jenis kabel coaxial, yaitu :
• Thinnet
atau RG-58 (10Base2)
• Thicknet atau RG-8 (10Base5).
• RG-59
• RG-6
Karakteristik kabel coaxial :
1. Kecepatan
dan keluaran 10 - 100 MBps
2. Biaya
Rata-rata per node murah
3. Media dan
ukuran konektor medium
4. Panjang
kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)
Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan dari
penggunaan kabel koaksial :
Kelebihan :
a.
Murah
b.
jarak
jangkauannya cukup jauh.
c.
Dapat
digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon
d.
Karena
menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan
system lain.
Kekurangan:
a.
susah pada
saat instalasi
b.
mempunyai
redaman yang relative besar, sehingga untuk hubungan jauh harus dipasang
repeater-repeater
c.
jika kabel
dipasang di atas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat
berakibat putusnya hubungan
Jaringan
yang menggunakan kabel coaxial merupakan jaringan dengan biaya rendah, tetapi
jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya juga sangat terbatas.Kabel
coaxial pada umumnya digunakan pada topologi bus dan ring.
Kabel lan coaxial
digunakan pada Ethernet
10Base2 dan 10Base5 beberapa tahun yang lalu. 10Base5
mengacu pada thicknet sementara 10Base2 mengacu pada thinnet sebab 10Base5 dulu
menggunakan kabel lan coaxial yang lebih tebal.
Gambar 4 Coaxial cable
Awalnya Ethernet mendasakan jaringannya pada Kabel lan
coaxial yang mana bisa membentang sampai 500 meter dalam satu segmen. Kabel lan
coaxial ini mahal, dan maksimum hanya sampai kecepatan 10Mbps saja. Kabel lan
coaxial ini sekarang sudah tidak popular.
4.Wireless
Jaringan
Wireless atau jaringan Wifi memungkinkan kita melakukan komunikasi tanpa
melalui kabel jaringan.Akan tetapi piranti jaringan pada Jaringan ini masih
perlu berkomunikasi dengan piranti lainnya yang ada pada jaringan kabel LAN.
Jaringan wifi menawarkan banyak keuntungan yang tampak (yaitu tanpa kabel) dan
juga beberapa hal lain yang mungkin tidak pernah kita pertimbangkan. Yang
paling nyata adalah sifat praktisnya mudah
dibawa-bawa. Anda bahkan
bisa browsing disisi
kolam renang anda, di teras
rumah, di gazebo anda, di pendopo anda (wah ini kayak rumah di sinetron aja …?,
jika memang ada Jaringan Wireless atau Wifi di rumah anda. Atau bahkan dengan
laptop, anda bisa browsing internet di café, di airport, dan banyak lagi
tempat-2 yang menyediakan hot-spot layanan Internet gratis demi kenyamanan
anda.
Dalam
wireless sendiripun tentunya memiliki kelebihan serta kekurangan. Adapun
kelebihan serta kekurangannya
adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
a.
Dapat dipergunakan
untuk komunikasi data dengan jarak yang jauh sekali.Tergantung LOS (Line of
Sight) dan kemampuan perangkat wireless dalam memancarkan gelombang.
b.
Sangat baik
digunakan pada gedung yang sangat sulit menginstall kabel
Kekurangan:
a.
Sulit
diperoleh karena spectrum frekuensi terbatas
b.
Biaya
instalasi, operasional dan pemeliharaan sangat mahal
Keamanan data kurang terjamin
c.
Pengaruh
gangguan (derau) cukup besar
Transfer data lebih lambat
dibandingkan dengan penggunaan kabel
Menggunakan
gelombang radio
Komunikasi
wifi terjadi di-mana-2 disekitar kita, seperti telpon rumah tanpa kabel
(cordless) yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara telpon cordless anda
dengan base unit telpon adalah karena menggunakan gelombang radio.Mirip juga
yang terjadi antara telpon cellular GSM anda yang juga mengunakan gelombang
radio untuk berkomunikasi kepada jaringan tower transmitter dan receiver
disekitarnya. Bahkan remote control TV anda juga memperagakan dasar komunikasi
wireless dengan mengunakan gelombang infra merah.
Komunikasi
Jaringan Wireless atau Wifi menggunakan bentuk energy elektromagnetik yang
merambat melewati ruang.Energy merambat melalui udara pada berbagai panjang
gelombang.Tergantung dari panjang gelombang
itu sendiri, gelombang
energy bisa kelihatan
kasat mata ataupun tidak
kelihatan. Pada dasarnya energy elektromagnetik dapat menmebus melalui materi,
akan tetapi tidak jarang materi memantulkan energy pada beberapa derajat dan
menyerap sebagian energy juga. Beberapa panjang gelombang energy memerlukan
suatu komunikasi untuk bisa terjadi jika berada pada satu garis saling lihat
karena panjang gelombang tersebut tidak bisa menembus atau melalui materi itu
dengan baik. Sebagai contoh, sebuah remote control televisi anda yang
menggunakan gelombang infra merah pada umumnya memerlukan komunikasi segaris
lurus, tidak terhalang.
Halangan
bisa melemahkan gelombang
Tidak
seperti gelombang inframerah, gelombang radio lainnya yang dipakai pada telpon
cellular tidak memerlukan komunikasi segaris dengan Tower BTS disekitarnya,
akan tetapi berpengaruh juga terhadap ketebalan materi penghalang. Di suatu
daerah yang penerimaan sinyal cellular ini kurang, terkadang kita akan
mencari-cari tempat yang agak tinggi atau bahkan disamping bangunan untuk
mendapatkan sinyal yang bagus – karena dalam kenyataannya bagian dari bangunan
tersebut menyerap sebagian energy dan ada juga yang memantulkannya.
Jaringan
Wireless menjadi begitu sangat popular untuk dipasang dirumah-rumah atau di
kantor-2. Keuntungan dari komunikasi wireless adalah kurang memerlukan
perkabelan dalam jaringan. Kekurangannya adalah dalam hal kecepatan yang
biasanya lebih rendah dari kecepatan jaringan kabel, resiko keamanan karena
setiap orang disekitar jaringan Wifi ini akan bisa berusaha nguping komunikasi
anda, dan juga memerlukan technology extra untuk bisa mendapatkan sinyal yang
bagus dalam area yang bisa di jangkau seperti Teknology MIMO.
Topology
Jaringan Wireless
Dalam
jaringan komputer, istilah topology umumnya merujuk pada pola kabel yang
digunakan untuk menghubungkan komputer-2. Jaringan Wifi tidak menggunakan
kabel, akan tetapi masih mempunyai topology, yang mendefinisikan bagaimana piranti wireless
berinteraksi pada layer physical pada model OSI. Pada layer Phyisical, Jaringan
berbasis wireless standard 802.11 menggunakan
komunikasi spectrum yang
menyebar secara berurutan pada frequency 2.4 GHz, dan piranti-2 tersebut
berkomunikasi satu sama lain menggunakan dua dasar topology: ad hoc dan
infrastructure.
Jaringan Ad
Hoc
Suatu
jaringan Ad Hoc terdiri dari dua atau lebih piranti wireless yang berkomunikasi secara
langsung satu sama
lain. Sinyal yang dihasilkan oleh interface adapter
Jaringan Wifi adalah berarah Omni keluar ke rentang jangkauan yang dipengaruhi
oleh faktor-2 lingkungan, dan juga sifat dari piranti yang terlibat. Jangkauan
ini disebut sebagai suatu area layanan dasar (BSA – basic service area).
Jika
dua piranti berdelatan pada jangkauan satu sama lain, mereka bisa berkomunikasi
satu sama lain, dan segera membentuk 2 node jaringan. Piranti jaringan yang
berada pada area layanan dasar disebut suatu set layanan dasar (BSS – basic
service set).
Gambar 5 Jaringan Ad-Hoc tidak
transitif
Jaringan
Wireless Ad Hoc
Jika ada
satu lagi piranti
wireless mendekat masuk
dalam jangkauan BSA ini juga bisa berpartisipasi dalam jaringan. Akan
tetapi jaringan Ad Hoc tidaklah transitive , artinya jika dua piranti A dan B
saling berkomunikasi dalam jangkauan piranti A, maka jika ada satu piranti C
masuk dalam jangkauan piranti B tetapi tidak masuk dalam jangkauan A, maka
piranti C tidak bisa berkomunikasi dengan piranti A.
Jaringan
infrastructure
Suatu
jaringan infrastructure menggunakan suatu piranti Wifi yang disebut Access
Point (AP) sebagai suatu bridge antara piranti wireless dan jaringan kabel
standard. Suatu Access Point (yang berisi transceiver wireless compliant)
adalah suatu unit yang menghubungkan ke jaringan Ethernet (atau jaringan kabel
lain) oleh suatu kabel. Jika ada piranti Wifi lain masuk dalam jangkauan
wireless Access Point ini maka ia bisa saling komunikasi dengan jaringan kabel,
layaknya mereka terhubung dengan kabel
saja. Fungsi dari Access Point adalah seperti bridge transparan, yang secara
effektif memperpanjang kabel jaringan dengan memasukkan piranti wireless
didalamnya.
Clinet
berkomunikasi dengan AP
Dalam
jaringan Infrastructure ini, piranti Wifi berkomunikasi dengan access point;
nereka tidak berkomunikasi satu sama lain secara langsung. Makanya walaupun
jika kedua piranti wireless berada satu jangkauan mereka masih harus
menggunakan Access Point untuk bisa saling berkomunikasi.
Jaringan Wireless
/ Wireless Network IEEE 802.11
Jenis
yang paling popular dari Jaringan Wireless alias wifi network sekarang ini
adalah yang berdasarkan
standard 802.11, yang
disebut secara informal sebagai jaringan Wifi. Spesifikasi 802.11 mendefinisikan
bagaimana dua piranti atau lebih bisa saling mengirim dan menerima data.
Wifi adalah
shared LAN
Komunikasi
Jaringan Wireless adalah merupakan shared LAN
– berbagi satu jalur LAN yang sama karena hanya ada satu station saja
yang secara effektif dapat mentransmit data pada satu waktu. Standard 802.11
secara effective bisa menjangkau areal sejauh 100 meter saja.Akan tetapi dengan
beberapa teknologi khusus sinyal ini juga bisa menjangkau areal lebih luas
sampai 300-400 meteran.
Jaringan wifi pada umumnya terdiri dari satu atau
beberapa komputer yang dilengkapi adapter wireless, plus satu atau lebih
wireless access point (WAP). Fungsi dari WAP ini adalah menjebatani atau
mengarahkan traffic dari
Jaringan wifi ke
jaringan kabel LAN
dan sebaliknya. Gambar dibawah ini adalah diagram dari komunikasi
computer dengan adapter wireless dan access point.
Gambar 6 contoh wireless
Access
point dilengkapi dengan
dua buah antenna,
yang merupakan komponen dari wireless yang digunakan untuk men-transmit
dan receive sinyal radio wireless. Sementara dua laptop juga dilengkapi dengan
adapter wifi yang juga mempunyai antenna internal yang memancarkan gelombang
radio.
Catatan bahwa 802.11 tidak lagi menggunakan IEEE 802.2
LLC ataupun format address yang didefinisikan 802.3; 802.11 menggunakan header
MAC yang berbeda dari 802.3. Sehingga untuk melewatkan traffic, si access point
cukup menukar header 802.11 dengan header 802.3 dan sebaliknya menggunakan
address MAC yang sama. Access point mengarahkan traffic dari Wifi network ke
jaringan kabel.
Standard
wireless 802.11
Ada banyak
standard wireless 802.11
yang digunakan secara industri yaitu:
1. Standard wireless-B 802.11b
·
mentransmit pada
rate kecepatan sampai 11 Mbps menggunakan frequency band 2.4 GHz, berbagi
jaringan dengan keluaran maksimum biasanya secara real terpatok sekitaran 7
Mbps.
·
802.11b
mempunyai range yang bagus akan tetapi bisa dipengaruhi oleh interferensi sinyal
radio. Banyak dipakai untuk jaringan dirumahan dan banyak kelemahan disisi
keamanan.
2. Standard wireless 802.11a,
·
beroperasi
pada frequency band 5 GHz dengan transmisi sampai maksimum 54 Mbps.
·
Sangat cocok
dan bagus pada aplikasi konferensi dan video.
·
Bekerja
dengan bagus pada populasi yang padat
·
Tidak bisa
beroperasi pada standard 802.11b/g
3. Standard wireless-G 802.11g
·
Pengembangan
dari bersi 802.11b dengan rate kecepatan sampai 54 Mbps
·
Jangkauan
yang lebih pendek (beberapa jenis piranti wireless-G dikuatkan dengan
technology yang bisa mencakup area yang lebih luas seperti technology MIMO)
4. Standard wireless-N 802.11n
·
Bisa
mencapai speed sampai 450 Mbps dengan tiga spatial data streams secara teoritis
dengan kondisi ideal
·
Dengan teknologi
MIMO bisa mencakup
area sampai 300-400 meteran.
Disamping
kecepatannya jauh lebih tinggi dan juga jangkauannya lebih luas, wireless-N ini
dilengkapi dengan standard keamanan wireless terkini yaitu Wi-Fi Protected
Access (WPA dan WPA2).
5. Standard wireless AC 802.11ac
802.11ac
adalah standard (masih draft) teknology wifi generasi kelima yang bisa menembus
kecepatan sampai 1300Mbps. Banyak sudah diproduksi perangkat
wifi dengan teknology wireless
ac ini diantaranya Netgear dengan R6300 wireless ac
dual band, Asus RT-AC66, TP-link Archer dan lain-lain.
5.Kabel
Serat Optik (Fiber Optik)
Gambar7
fiber optic
Jenis
kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi
jaringan tingkat menengah ke atas.Pada umumnya, kabel jenis ini
digunakan pada instalasi
jaringan yang besar
dan pada perusahaan
multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung.Kabel fiber
optic merupakan media networking medium yang digunakan untuk
transmisi-transmisi modulasi.
Fiber
Optic harganya lebih mahal di bandingkan media lain.Fiber Optic mempunyai dua
mode transmisi, yaitu single mode dan multi mode.Single mode menggunakan sinar
laser sebagai media transmisi data sehingga mempunyai jangkauan yang lebih
jauh.
Sedangkan multimode menggunakan LED
sebagai media transmisi.
Karakteristik kabel fiber optik :
1. Beroperasi
pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
2. Mampu
membawa paket-paket dengan kapasitas besar
3. Biaya
rata-rata pernode cukup mahal
4. Media dan
ukuran konektor kecil
5. Kebal
terhadap interferensi elektromagnetik
6. Jarak
transmisi yang lebih jauh ( 2 - 60 kilometer)
Teknologi fiber optic atau serat cahaya memungkinkan
menjangkau jarak yang besar dan
menyediakan perlindungan total
terhadap gangguan elektrik.
Kecepatan transfer data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segment
dapat labih dari 3.5 km. kabel serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan
cuaca dan panas.
Fiber
optic merupakan media transmisi
terkini untuk standard
Ethernet dalam kabel lan. Perbedaan utama dalam hal fungsi antara kabel
fiber optic dan kabel electric adalah sebagia berikut:
• Jarak
lebih jauh
• Jauh lebih
mahal
• Kurang
interferensi magnetic, membuatnya lebih ama
• Dapat
menunjang keceptan sampai 10 Gigabits
Gambar 8 Penampang kabel fiber optic
Ada dua macam kabel lan dalam piranti optic ini:
·
Multimode
(MM), menggunakan ukuran diameter fiber optic lebih luas
·
Single mode
(SM), menggunakan diameter fiber optic sangat kecil. Jenis ini
sangat mahal dikarenakan
proses fabrikasinya lebih presisi. Kabel optic ini bisa mencapai
jauh lebih panjang dari pada jenis optic MM.
Konektor
optic
Untuk mentransmisikan data lewat kabel lan optic ini
anda memerlukan sebuah strand optic tunggal untuk satu arah. Anda memerlukan
dua strand optic untuk kedua arah masing-2 untuk kirim dan terima. Konektor
untuk masing ujung dari fiber optic ini umumnya seperti gambar berikut:
Gambar 9 Konektor optic
Di bawah ini
merupakan kelebihan serta kekurangan dari fiber optic :
Kelebihan:
a-
kemampuannya
yang baik dalam mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dalam jarak
transmisi yang cukup jauh
b-
kecepatan
transmisi yang tinggi hingga mencapai ukuran gigabits, serta tingkat
kemungkinan hilangnya data yang sangat rendah.
c-
tingkat
keamanan fiber optic yang tinggi, aman dari pengaruh interferensi sinyal radio,
motor, maupun kabelkabel yang berada di sekitarnya, membuat fiber optic lebih
banyak digunakan dalam infrastruktur perbankan atau perusahaan yang membutuhkan
jaringan dengan tingkat keamanan yang tinggi.
d-
aman digunakan
dalam lingkungan yang mudah terbakar dan panas.
- fiber optic juga jauh lebih kecil
dibandingkan dengan kabel tembaga, sehingga lebih menghemat tempat dalam
ruangan network data center di mana pun
Kekurangan:
a-
harganya
yang cukup mahal jika dibandingkan dengan teknologi kabel tembaga. Hal ini
dikarenakan fiber optic dapat mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih
besar dan jarak transmisi yang lebih jauh
b-
Kekurangan lainnya
adalah cukup besarnya
investasi yang diperlukan untuk
pengadaan sumber daya manusia yang andal, karena tingkat kesulitan implementasi
dan deployment fiber optic yang cukup tinggi.
Semoga bermanfaat ya......
jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar besarnya
(Sumber:http://beeboystudio14.blogspot.co.id/2014/10/media-jaringan-materi-jd-x-mmtkj.html)













0 komentar:
Posting Komentar